Satu Semangat!!!
--------------------------------------------------------------------
DJATINANGOR
( Penting!!! Biar ga terjadi salah persepsi, gambar yang kami tampilkan bukan lambang dari UKM Djatinangor lhooo... cuma buat mempercantik ato memperganteng doang kok... hehehe:P )
Susunan Kepengurusan
Pemimpin Umum : Pritha Sati Putri
Pembina : Pak Sahala
Sekretaris : Dara
Bendahara : Kinan
Pemimpin Redaksi : Selly
Pemimpin Perusahaan : Anisa
Pemimpin Humas : Arin
Ketua Risdoklat : Indra
Pembina : Pak Sahala
Sekretaris : Dara
Bendahara : Kinan
Pemimpin Redaksi : Selly
Pemimpin Perusahaan : Anisa
Pemimpin Humas : Arin
Ketua Risdoklat : Indra
FB: LPPM dJatinangor
Twitter: @dJATINANGORnews
Twitter: @dJATINANGORnews
UKM yang berdiri tepat pada tanggal 5 Mei 1997 ini memiliki nama yang terbilang unik, yaitu Djatinangor. Dan asal usul nama tersebut sederhana saja, yaitu karena UKM ini berdiri di Jatinangor, lokasi kampus Unpad berdiri. Latar belakang berdirinya UKM ini berawal dari beberapa mahasiswa yang mengaku awalnya hanya iseng saja dan karena terlalu sedikitnya UKM yang ada di Unpad sehingga membuat para pendiri Djatinangor terdahulu membentuk sebuah UKM baru yang bergerak di bidang pers. Sehingga terbentuklah UKM Djatinangor ini pada tanggal 5 Mei 1997.
Untuk kegiatan, Teh Prita yang dimintai keterangannya ,mengaku bahwa kegiatan yang dilakukan Djatinangor ini tidak terlalu banyak, yaitu menerbitkan majalah dan event-event lainnya yang semuanya tergantung kesepakatan pengurus. Djatinangor menerbitkan majalah sekali dalam jangka waktu 3 bulan dan dipasarkan dari Jatinangor hingga ke bandung melalui sistem direct selling. Biasanya UKM ini menerbitkan sedikitnya 700 eksemplar untuk sekali terbit. Sebagai UKM yang umurnya sudah 14 tahun ini, Djatinangor mengangkat isu-isu hangat (bukan gosip) yang berkaitan dengan jatinangor dan sekitarnya sebagai laporan utama dan untuk sumber berita Teh Prita mengatakan bahwa siapa saja dapat menyumbang artikel asalkan berbobot, tak terkecuali anggota baru. Nilai bobot yang tinggi itulah yang membuat majalah ini cukup laku terjual. Bahkan pada tahun 2006, majalah Djatinangor habis terjual di pasaran. Tidak hanya itu, UKM ini juga pernah mengalami masa-masa kelamnya, yaitu ketika cover untuk majalah UKM ini mendapat protes dari pihak Rektorat atau Dekanat dan sempat pula UKM ini ‘bentrok’ dengan media jurnal. Namun itu semua tidak menghentikan langkah UKM ini untuk tetap eksis dan berkarya.
Untuk keanggotaan, Djatinangor menampung semua mahasiswa Fikom dari berbagai jurusan, termasuk dari mahasiswa D3 Fikom. Hingga saat ini anggota tetap Djatinangor berjumlah 20 orang yang mayoritas berasal dari mahasiswa Jurnalistik dan mengadakan pertemuan antar anggota setiap minggunya atau tergantung kepengurusan. Dan di setiap tahunnya pada bulan Oktober atau November diadakan pradiklat yang dilakukan untuk perekrutan anggota baru. Teh Pritha menambahkan, jumlah anggota yang sedikit malah menambah keefektifan teman-temannya untuk berkarya. Karena Djatinangor tidak membutuhkan jumlah anggota yang banyak melainkan dedikasi tinngi dari para anggota.
Sumber dana UKM ini berasal dari dekanat, hasil penjualan majalah dan iuran yang dihimpun dari para anggotanya, yaitu sebesar Rp 5.000. Untuk regenerasi kepemimpinan dilakukan tiap tahunnya oleh kepengurusn dan berasal dari generasi berikutnya. Namun jika anggota dari generasi berikutnya tidak ada yang sanggup menjadi Ketua, akan diadakan rapat pleno untuk menentukan siapa yang berhak menjadi Ketua selanjutnya. Dan sebagai Ketua UKM ini, Teh Pritha memiliki misi untuk membawa Djatinangor lebih meluas karena akan mempermudah mendapat penghasilan untuk UKM. Walaupun jarang ada penghargaan karena jumlah pers mahasiswa yang sedikit, namun UKM ini sangat bermanfaat untuk para anggota. Dengan bergabung di Djatinangor ini, akan membantu mahasiswa dalam hal pelajaran, menambah ilmu, menambah pengalaman,dan tentunya menambah teman. Selain itu juga kelebihan UKM ini yaitu satu-satunya pers mahasiswa yang masih mampu bertahan di Universitas Padjajaran. Dan ketika disinggung soal harapan untuk Djatinangor untuk kedepannya, Teh Pritha berharap kedepannya agar UKM ini tetap eksis dan agar Maba 2011 berminat untuk bergabung. Ayo ayooo ditunggu yang mau gabung...:D
written by: Pramadya Y.A.
(dan kawan-kawan kelompok 15 Ospek Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD)

No comments:
Post a Comment